Hubugan Internasional – Dimana Kisah Petualanganku Dimulai

 


Assalamualaikum Wr.Wb., Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, dan Salam Sejahtera bagi kita semua.

Selamat 24 zona waktu untuk pembaca di seluruh dunia. Perkenalkan, namaku R.A. Sekar Rasnesya Hakim. Biasa dipanggil Sekar yang berarti bunga dalam Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda, karena memang aku 25% berdarah Jawa dari sisi ibu dan 25% berdarah Sunda dari sisi momo (ayah dalam Bahasa Jawa). Selain Sekar, aku juga sering dipanggil dengan nama Nessy yang diambil dari nama tengahku, Rasnesya. Dimana nama tersebut merepresentasikan 25% darah Belandaku dan 25% darah Jepangku yang dimana keduanya kudapat dari sisi keluarga ibu. Aku lahir di Solo pada 17 Februari 2002. Walaupun lahir di Solo, aku memulai perjalanan hidupku di kota metropolitan--Jakarta. Aku mendapatkan sebuah kepuasan batin saat mengunjungi atau menemukan suatu tempat dengan budaya serta adat istiadat yang baru bagiku. Oleh karena itu aku merasa lebih mengenal Indonesia, karena menurutku kita tidak dapat disebut warga Indonesia sejati jika hanya mengenal suku bangsanya sendiri saja. Berpegian melihat keindahan alam laut dan mempelajari berbagai budaya di Indonesia selalu menjadi ritual tahunanku dengan ibuku. Dari situlah keinginanku untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya terdiri dari Bali saja muncul. Aku ingin memperlihatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keindahan-keindahan alam dan juga negara yang memiliki budaya yang beraneka ragam. Pada suatu ketika, muncul sebuah ide di benaku. Saat itu otakku menyuruhku untuk menghitung berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menjelajahi keseluruhan Indonesia. Jika seseorang ingin menjelajahi wilayah dari Sabang hingga Marauke dengan menginap sehari di tiap kota, maka orang tersebut akan membutuhkan waktu lebih dari 300 tahun. Untuk diriku pribadi, selain menjelajahi dan mempelajari Indonesia, aku juga ingin mempelajari berbagai budaya dan menikmati setiap keindahan yang dimiliki negara lain di seluruh dunia. Intinya, aku ingin bertukar pengetahuan dengan seluruh negara di dunia. Dengan begitu, Hubungan Internasional merupakan jurusan yang tepat untuk membantuku mencapai keinginan yang kumiliki, dimana Hubungan Internasional dapat menghubungkanku dengan seluruh dunia.

Kata ‘Internasional’ itu sendiri bukanlah hal yang asing bagiku, kata tersebut selalu bersamaku sejak kecil. Mulai dari bahasa internasional--Bahasa Inggris yang kupelajari dari lagu-lagu dan berbagai tontonan semasa kecil, saat mengikuti program kelas internasional semasa sekolah dasar, dan saat berpatisipasi di sebuah konferensi video dengan siswa-siswi dari seluruh dunia, yaitu dalam Generation Global. Pada konferensi tersebut kami membahas masalah-masalah yang terjadi di dunia, selain itu kami juga mempelajari serta memperkenalkan budaya dari masing-masing negara. Hal tersebutlah yang merupakan pemicu dari mimpiku untuk berkeliling dunia dan memperkenalkan budaya beragam yang dimiliki Indonesia—misalnya melalui organisasi seperti UNESCO, suatu hari nanti.

Kata 'Hubungan' dari Hubungan Internasional mengingatkanku kepada nasihat ibuku untuk selalu berhubungan baik dengan banyak orang atau dengan kata lain bersosialisasi dengan baik. Ibuku selalu menjadi inspirasiku, kepintaran serta kehebatannya dalam pekerjaannya di bidang IT, juga sangat cekat dalam mengurus rumah tangga, serta kebaikan dan ketulusannya dalam membantu orang disekitarnya juga selalu membuatku terinspirasi. Hal tersebut memberikanku motivasi untuk membantu semua orang yang ada di dunia ini, seperti salah satu impianku juga untuk berpatisipasi dalam organisasi dunia seperti UNICEF untuk membantu anak-anak di dunia.

Tahun ini merupakan waktuku untuk melangkah dan mewujudkan mimpiku dengan berkuliah di Jurusan Hubungan Internasional. Aku percaya dengan progam studi ini aku dapat mencapai impianku. Universitas yang aku pilih untuk membantuku dalam perjalananku ini adalah Universitas Slamet Riyadi yang terletak di Solo. Universitas tersebut adalah universitas ibu dan tanteku dulu. Dengan memilih universitas yang sama dengan mereka aku berharap agar bisa menjadi hebat seperti mereka. Memang awalnya aku mencoba untuk masuk universitas negeri melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, bahkan hingga Jalur Mandiri dengan prodi berbeda dan gagal. Dari kegagalan itu aku menyadari bahwa Tuhan sedang mengingatkanku kembali ke impian awalku dan UNISRI memberikanku kesempatan dengan mempermudah jalanku untuk masuk ke Jurusan Hubungan Internasional.

Itulah sedikit cerita tentang diriku dan inspirasi dalam hidupku. Kudoakan semua yang terbaik dan keberhasilan dalam mencapai impian kalian. Sekian dan terima kasih untuk para pembaca.

Salam hangat, S/N

Comments

Popular Posts